Langsung ke konten utama

Gelar Basic Training LK 1, HMI Komisariat Mulla Shadra Tekankan Aspek Cinta Kader terhadap Organisasi

Dokumentasi: lapmimalang/ Rafindi

Malang, LAPMI- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Cabang Malang Komisariat Mulla Shadra mengadakan kegiatan Basic Training Latihan Kader 1 (LK 1). Minggu, (21/03/2021).

Kegiatan LK 1 kali ini dilaksanakan di Graha Yakusa Jln. Hasyim Asyari Kec. Pagelaran, dengan mengangkat tema "Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, serta sadar akan fungsi dan perannya dalam organisasi".

Kegiatan Basic Training tersebut dilaksanakan selama tiga hari dari Jum'at - Minggu tanggal 19 - 21 Maret 2021 dengan peserta sebanyak 16 orang.

Sekretaris pelaksana Mimin Sulastry mengatakan dasar mengangkat tema ini dengan alasan agar kader lebih menumbuhkan rasa cinta terhadap organisasi dan dapat berproses dengan baik serta kedepannya kader-kader yang telah mengikuti LK 1 ini lebih sadar akan fungsi dan perannya.

"Harapan kedepannya kader tetap berproses karena mereka akan menghadapi beberapa macam tantangan karena ini baru permulaan nanti kedepannya akan banyak masalah dan kegiatan-kegiatan yang mereka hadapi" jelasnya.

Mimin juga berharap setelah kader mengikuti Basic Training ini kader harus terlebih dahulu menumbuhkan rasa cinta terhadap organisasi ini (read. HMI) agar kedepannya mereka dapat berproses dengan senang hati.

"Kami sebagai pengurus atau panitia berharap semoga kader bukan hanya sebatas siap dalam berorganisasi itu saja, tapi mereka juga harus menumbuhkan rasa cinta terhadap organisasi terlebih dahulu, baru mereka bisa berproses dengan baik," pungkasnya.

Awaluddin salah satu anggota yang menjadi peserta terbaik dalam acara ini mengatakan bahwa banyak hal yang ia dapatkan setelah mengikuti Basic Training HMI ini.

"Setelah mengikuti kegiatan LK 1 ini saya merasa bahwa ternyata pengetahuan saya belum seberapa sehingga setelah mengikuti acara ini banyak hal yang saya dapatkan disini, dan kedepannya tentunya juga semoga saya tidak berhenti untuk berproses terus di HMI," ungkapnya.

Ketua Umum HMI Komisariat Mulla Shadra Robi Ariyanto mengatakan bahwa Basic Training LK 1 ini adalah momen sakral dan menjadi kewajiban dan keharusan untuk dilaksanakan agar pola perkaderan terus berjalan sebagai mana mestinya.

"Latihan Kader 1 atau Basic Training ini merupakan hal yang wajib untuk dilakukan, jadi setiap periode kepengurusan LK 1 ini merupakan momen sakral dan sudah menjadi kewajiban dan keharusan untuk melaksanakannya sebagai pola dalam menjaga perkaderan agar tetap berkelanjutan," tuturnya.

Robi juga sangat berharap agar kader bukan hanya berproses sampai pada tahap Basic Training saja, Ia menegaskan agar seluruh kader yang mengikuti acara ini dapat berproses ke jejang selanjutnya.

"Harapannya mereka yang sudah disahkan atau sudah dilantik menjadi anggota biasa HMI Cabang Malang khususnya memiliki proses bukan hanya sampai disini atau stagnan setelah LK 1 saja, tetapi teman-teman yang telah mengikuti acara ini agar terus mengikuti jenjang training-training berikutnya, ya tentunya harapan saya juga sesuai dengan tujuan HMI yaitu untuk menuju masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT, saya kira itu harapan besar saya dan harapan kita semua sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam" tutupnya. 

Penulis: Rajab/ Ridwan/ Agus/ Yuda/ Rafindi

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadiri Pelantikan Pengurus MD KAHMI Kota Malang, Menko PMK RI: KAHMI Malang Harus Bisa Memberi Arti Peranannya di Malang Raya

Dokumentasi : Rafindi  Malang, LAPMI  - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy menghadiri pelantikan Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang Periode 2021-2026, terhitung sebanyak 67 orang yang telah dilantik oleh Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Jawa Timur. Pelantikan tersebut berlangsung di Regents Park Hotel, pada Minggu (30/01/2022). Selain Menko PMK RI, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Presidium MN KAHMI Manimbang Kahariady, Presidium MW KAHMI Jawa Timur Edy Purwanto, Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika beserta para tokoh dan tamu undangan lainnya. Dalam momentum pelantikan yang bertemakan "Berperan Aktif dalam Kemaslahatan Publik di Era Disrupsi" tersebut, Muhadjir Effendy berkesempatan untuk memberikan pidato kebudayaan. Saat pidato berlangsung Muhadjir berpesan Kepada jajaran Pengurus MD KAHMI Kota Malang yang baru saja dilantik, bahwa KAHMI merup

Menampik Stigma Negatif, HMI Korkom UM Gandeng LPP HMI se-Cabang Malang Pada Kegiatan Open Recruitment

Dokumentasi: lapmimalang/Tahta Reza Gramang Atapukan Malang, LAPMI  – Senin (22/08/2022) Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang (Korkom UM) serta seluruh komisariat yang ada di Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan open recruitment dan juga pengenalan tentang Himpunan Mahasiswa Islam kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini merupakan yang perdana setelah 2 tahun lamanya tidak berjalan dikarenakan kondisi pandemi yang merebak.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penyelenggara menggandeng Lembaga Pengembangan Profesi (LPP)  HMI se-Cabang Malang yang merupakan wadah bagi kader-kader HMI yang ingin mengembangkan diri serta bakat yang dimiliki. LPP yang diajak untuk ikut memperkenalkan HMI yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) dan Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI). Tujuan dari keikutsertaan dari kedua LPP tersebut adalah ingin menampik stigma negatif mahasiswa baru terhadap organisasi ekstra kampus khususnya terh

Sapere Aude

Alfandy Usman, Kader HMI Komisariat Teknik UMM, Kabiro Eksternal BEM Fakultas Teknik UMM periode 2022/2023 Malang, LAPMI - Bjorka seorang hacker asing yang akhir-akhir ini viral karena melakukan penyerangan terhadap pemerintah Indonesia dan disanjung-sanjung oleh masyarakat, lantaran berhasil membocorkan kasus HAM sebesar peristiwa Munir dan di sebarkan di media sosial. Kita berterimakasih jika itu merupakan tindakan alternatif untuk menuntaskan peristiwa yang didiamkan oleh pemerintah. Akan tetapi, kita sebagai mahasiswa sudah sepatutnya bersifat reflektif dan selektif dalam artian bertindak dan berpikir diluar pola pikir yang dibangun secara umum. Maka dari itu mari bersikap netral untuk tidak memihak salah satu dari kedua belah pihak sebelum menyelidiki untuk memastikan kebenaran yang tervalidasi. Untuk itu mari melihat sudut pandang yang berbeda dari polemik yang ada, sebelum membangun persepsi yang sudah ter-freming, sebab dengan kecurigaan kebenaran selalu ada. Karena yang palsu