Langsung ke konten utama

Sejumlah Mahasiswa Universitas Islam Malang Menggelar Aksi sebagai Kado Pelantikan BEM dan DPM

Dokumentasi: Lapmicabangmalang/ Jihadul Amry

Malang, LAPMI – Senin, (03/05/2021), mahasiswa UNISMA menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang. Aksi ini diikuti oleh sejumlah masa aksi lebih dari 20 mahasiwa yang berasal dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Islam Malang. Aksi yang semula dijadwalkan mulai pada pukul 12.30 WIB tersebut sempat terkendala oleh keterlambatan dari peserta aksi, dan akhirnya aksi tersebut dimulai pada pukul 15.00 WIB dan berlangsung selama lebih dari 2 jam.

Ikhsan yang bertindak sebagai koordinator lapangan dari aksi tersebut menuturkan bahwa aksi yang digelar tersebut merupakan bentuk aspirasi dari mahasiswa Universitas Islam Malang yang akan disampaikan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Islam Malang yang baru saja dilantik pada hari dilaksanakan aksi tersebut. Ikhsan juga menegaskan bahwa BEM dan DPM Universitas Islam Malang sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa yang ada dilingkup Universitas Islam Malang, maka dari itu dalam momentum pelatikan ini segenab peserta aksi memiliki inisiatif untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

Aksi yang digelar dengan mengangkat isu pendidikan UNISMA masih belum terjangkau di masa pandemi ini menyampaikan 4 (empat) poin yang menjadi tuntutan mereka. “Aksi yang kami lakukan ini mengajukan 4 tuntutan yang harus disampaikan oleh BEM dan DPM UNISMA kepada rektorat, yang pertama yaitu kami meminta agar SPP diturunkan sebesar Rp. 500.000, kemudian kami meminta agar difasilitasi kuota internet sebesar 30 GB/ bulan, selanjutnya kami meminta agar dipermudahkan dalam hal pengurusan dipensasi pembayaran kuliah, dan yang terakhir kami menuntut pihak BEM dan DPM Universitas Islam Malang untuk terus mengawal tuntas terlaksananya kuliah yang diakukan secara daring ini”, jelas Ikhsan.

Pada pukul 17.00 WIB, masa aksi ditemui oleh jajaran BEM dan DPM UNISMA yang baru saja selesai dilantik. BEM dan DPM UNISMA mengiyakan untuk menyampaikan segala tuntutan yang diajukan oleh masa aksi. “Tuntutan yang kami ajukan ini tentunya sesuai dengan pembacaan yang telah kami lakukan, kami telah mengkaji tentang pemotongan SPP dan kami menemukan hasil sebagaimana dalam tuntutan itu, menurut pembacaan tersebut pula angka segitu itu baru dapat memuaskan, selanjutnya untuk kuota belajar kami tidak mendapatkan kuota internet untuk belajar secara daring dari kampus, jadi kami berkesimpulan bahwa hal ini perlu difasilitasi oleh kampus, selanjutnya untuk pengajuan dispensasi pembayaran uang kuliah, kami merasa bahwa kami dipersulit dalam mengurus itu sehingga kami terpaksa melakukan pembayaran secara lunas, dan yang terakhir adalah terkait tugas BEM dan DPM UNISMA secara konstitusional adalah menyampaikan aspirasi mahasiswa, makanya BEM dan DPM UNISMA harus hadir untuk mengawal seluruh aspirasi mahasiswa yang ada di UNISMA”, ungkap Ikhsan untuk menjelaskan alasan dari tuntutan yang di ajukan masa aksi.

Ikhsan selaku koordinator lapangan dari aksi ini menyampaikan bahwa masa aksi optimis akan tuntutannya disampaikan dan di kabulkan oleh pihak Rektorat. “Kami optimis tuntutan kami diterima dan kami memberikan waktu selama 100 hari kepada BEM dan DPM UNISMA untuk menyampaikan tuntutan tersebut dan dalam jangka waktu 100 Hari tersebut, tuntutan sudah harus dikabulkan”, ucap Ikhsan. Ikhsan juga menambahkan bahwa waktu 100 hari itu adalah waktu yang cukup dan tidak terlalu cepat, sehingga aktifitas BEM dan DPM UNISMA dalam bidang lain tidak terganggu.

Kami akan terus mengawal tuntutan kami sampai dikabulkan oleh pihak Rektorat, “Kami akan melaksanakan aksi kembali setelah 100 hari tersebut apabila tuntutan yang kami ajukan belum juga dikabulkan oleh pihak Rektorat”, tutup Ikhsan selaku koordinator aksi tersebut.

Penulis: Muhamad Ikbal Al Habsih

Pewarta: Jihadul Amry

Editor: Reny Tiarantika


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadiri Pelantikan Pengurus MD KAHMI Kota Malang, Menko PMK RI: KAHMI Malang Harus Bisa Memberi Arti Peranannya di Malang Raya

Dokumentasi : Rafindi  Malang, LAPMI  - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy menghadiri pelantikan Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang Periode 2021-2026, terhitung sebanyak 67 orang yang telah dilantik oleh Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Jawa Timur. Pelantikan tersebut berlangsung di Regents Park Hotel, pada Minggu (30/01/2022). Selain Menko PMK RI, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Presidium MN KAHMI Manimbang Kahariady, Presidium MW KAHMI Jawa Timur Edy Purwanto, Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika beserta para tokoh dan tamu undangan lainnya. Dalam momentum pelantikan yang bertemakan "Berperan Aktif dalam Kemaslahatan Publik di Era Disrupsi" tersebut, Muhadjir Effendy berkesempatan untuk memberikan pidato kebudayaan. Saat pidato berlangsung Muhadjir berpesan Kepada jajaran Pengurus MD KAHMI Kota Malang yang baru saja dilantik, bahwa KAHMI merup

Menampik Stigma Negatif, HMI Korkom UM Gandeng LPP HMI se-Cabang Malang Pada Kegiatan Open Recruitment

Dokumentasi: lapmimalang/Tahta Reza Gramang Atapukan Malang, LAPMI  – Senin (22/08/2022) Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang (Korkom UM) serta seluruh komisariat yang ada di Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan open recruitment dan juga pengenalan tentang Himpunan Mahasiswa Islam kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini merupakan yang perdana setelah 2 tahun lamanya tidak berjalan dikarenakan kondisi pandemi yang merebak.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penyelenggara menggandeng Lembaga Pengembangan Profesi (LPP)  HMI se-Cabang Malang yang merupakan wadah bagi kader-kader HMI yang ingin mengembangkan diri serta bakat yang dimiliki. LPP yang diajak untuk ikut memperkenalkan HMI yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) dan Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI). Tujuan dari keikutsertaan dari kedua LPP tersebut adalah ingin menampik stigma negatif mahasiswa baru terhadap organisasi ekstra kampus khususnya terh

Sapere Aude

Alfandy Usman, Kader HMI Komisariat Teknik UMM, Kabiro Eksternal BEM Fakultas Teknik UMM periode 2022/2023 Malang, LAPMI - Bjorka seorang hacker asing yang akhir-akhir ini viral karena melakukan penyerangan terhadap pemerintah Indonesia dan disanjung-sanjung oleh masyarakat, lantaran berhasil membocorkan kasus HAM sebesar peristiwa Munir dan di sebarkan di media sosial. Kita berterimakasih jika itu merupakan tindakan alternatif untuk menuntaskan peristiwa yang didiamkan oleh pemerintah. Akan tetapi, kita sebagai mahasiswa sudah sepatutnya bersifat reflektif dan selektif dalam artian bertindak dan berpikir diluar pola pikir yang dibangun secara umum. Maka dari itu mari bersikap netral untuk tidak memihak salah satu dari kedua belah pihak sebelum menyelidiki untuk memastikan kebenaran yang tervalidasi. Untuk itu mari melihat sudut pandang yang berbeda dari polemik yang ada, sebelum membangun persepsi yang sudah ter-freming, sebab dengan kecurigaan kebenaran selalu ada. Karena yang palsu