Langsung ke konten utama

Bangun Literasi dengan Karya Tulis, Putra-Putri Bima Dompu Adakan Launching dan Bedah Buku Perdana

 

Bedah buku perdana yang diselenggarakan oleh Putra-Putri Bima Dompu, Sabtu (11/09/2021)

Malang, LAPMI - Upaya melek akan budaya literasi, Paguyuban Kerukunan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bima (KKPMB) dan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Dompu (IKPMD) Malang Raya, adakan Launching dan Bedah Buku dengan mengangkat tema "Membangun Literasi dengan Karya Tulis oleh putra-putri Bima Dompu". Kegiatan tersebut diadakan di Oksigen Coffe, Mulyoagung Kec, Dau Malang, Sabtu (11/09/2021).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh inisiatif dari dua peguyuban organisasi tersebut. Mereka melihat minat dan potensi pemuda-pemudi mahasiswa Bima Dompu dalam berkarya di bidang literasi.

Ketua Umum KKPMB-Malang Juardin mengatakan bahwa acara ini adalah sejarah bagi kedua organisasi KKPMB dan IKPMD Malang Raya. Pasalnya, acara ini pertama kali digelar dan dinilai luar biasa sehingga harus selalu ditingkatkan.

"Acara Ini adalah sejarah bagi kedua penguyuban KKPMB-Malang dan IKPMD-Malang dan ini adalah langkah pertama bagi mahasiswa Bima Dompu di Malang dalam menyelenggarakan agenda launching dan sekaligus bedah Buku seperti ini," pungkasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kedepannya seluruh pemuda pemudi mahasiswa Bima Dompu senantiasa berkarya dan menuangkan segala ide serta gagasannya di bidang literasi.

"Ini adalah langkah awal bagi teman-teman mahasiswa Bima dan Dompu yang ada di Malang, dengan adanya launching dan bedah buku ini saya mengharapkan teman-teman Mahasiswa selalu semangat dan konsisten untuk berkarya dan semoga adik-adik mahasiswa baru juga mampu menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan seperti buku dll, sebab Mahasiswa sebagai lokomotif penggerak dan berfungsi untuk menciptakan masyarakat yang berargumentatif dan menjadikan Literasi sebagai pusat peradaban," tegasnya.

Nurul Mubin, salah satu narasumber sekaligus penulis buku yang berjudul 'Filsafat Gila' juga menyampaikan harapannya agar setelah kegiatan ini dilakukan, harus lahir para penulis-penulis handal yang siap berkarya dan selalu menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk karya tulis.

"Harapan saya dari kegiatan ini semoga akan lahir para penulis muda yang produktif dan menyumbangkan karya-karya besar untuk dapat kita nikmati bersama hasilnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi semua anak muda untuk menuangkan seluruh ide, gagasan dan pikirannya dalam bentuk karya tulis," tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh anak muda khususnya Mahasiswa untuk lebih peka akan budaya literasi. Budaya literasi dapat dituangkan salah satunya dengan cara menulis dan menghasilkan karya tulis.

"Ayo, kita semarakkan gerakan literasi dengan berbagai cara dan salah satunya dengan menulis. Tidak ada hal yang tidak mungkin selama kita belum mencoba, anak muda Indonesia adalah generasi yang hebat maka bukan hal yang tidak mungkin jika kita dapat sama-sama berkarya untuk meningkatkan daya literasi Nasional dengan karya-karya tulis semacam ini," tutupnya.

Penulis: Rajab A.

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadiri Pelantikan Pengurus MD KAHMI Kota Malang, Menko PMK RI: KAHMI Malang Harus Bisa Memberi Arti Peranannya di Malang Raya

Dokumentasi : Rafindi  Malang, LAPMI  - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy menghadiri pelantikan Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang Periode 2021-2026, terhitung sebanyak 67 orang yang telah dilantik oleh Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Jawa Timur. Pelantikan tersebut berlangsung di Regents Park Hotel, pada Minggu (30/01/2022). Selain Menko PMK RI, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Presidium MN KAHMI Manimbang Kahariady, Presidium MW KAHMI Jawa Timur Edy Purwanto, Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika beserta para tokoh dan tamu undangan lainnya. Dalam momentum pelantikan yang bertemakan "Berperan Aktif dalam Kemaslahatan Publik di Era Disrupsi" tersebut, Muhadjir Effendy berkesempatan untuk memberikan pidato kebudayaan. Saat pidato berlangsung Muhadjir berpesan Kepada jajaran Pengurus MD KAHMI Kota Malang yang baru saja dilantik, bahwa KAHMI merup

Menampik Stigma Negatif, HMI Korkom UM Gandeng LPP HMI se-Cabang Malang Pada Kegiatan Open Recruitment

Dokumentasi: lapmimalang/Tahta Reza Gramang Atapukan Malang, LAPMI  – Senin (22/08/2022) Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang (Korkom UM) serta seluruh komisariat yang ada di Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan open recruitment dan juga pengenalan tentang Himpunan Mahasiswa Islam kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini merupakan yang perdana setelah 2 tahun lamanya tidak berjalan dikarenakan kondisi pandemi yang merebak.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penyelenggara menggandeng Lembaga Pengembangan Profesi (LPP)  HMI se-Cabang Malang yang merupakan wadah bagi kader-kader HMI yang ingin mengembangkan diri serta bakat yang dimiliki. LPP yang diajak untuk ikut memperkenalkan HMI yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) dan Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI). Tujuan dari keikutsertaan dari kedua LPP tersebut adalah ingin menampik stigma negatif mahasiswa baru terhadap organisasi ekstra kampus khususnya terh

Sapere Aude

Alfandy Usman, Kader HMI Komisariat Teknik UMM, Kabiro Eksternal BEM Fakultas Teknik UMM periode 2022/2023 Malang, LAPMI - Bjorka seorang hacker asing yang akhir-akhir ini viral karena melakukan penyerangan terhadap pemerintah Indonesia dan disanjung-sanjung oleh masyarakat, lantaran berhasil membocorkan kasus HAM sebesar peristiwa Munir dan di sebarkan di media sosial. Kita berterimakasih jika itu merupakan tindakan alternatif untuk menuntaskan peristiwa yang didiamkan oleh pemerintah. Akan tetapi, kita sebagai mahasiswa sudah sepatutnya bersifat reflektif dan selektif dalam artian bertindak dan berpikir diluar pola pikir yang dibangun secara umum. Maka dari itu mari bersikap netral untuk tidak memihak salah satu dari kedua belah pihak sebelum menyelidiki untuk memastikan kebenaran yang tervalidasi. Untuk itu mari melihat sudut pandang yang berbeda dari polemik yang ada, sebelum membangun persepsi yang sudah ter-freming, sebab dengan kecurigaan kebenaran selalu ada. Karena yang palsu