Langsung ke konten utama

Potret Sentral Ekonomi Ramadhan

Nandar Irawan/ Kader Komhum Unmer

Malang, LAPMI - Kondisi ekonomi nasional yang tidak stabil lantaran dicekam dengan adanya gejolak pasar yang cukup kuat pada wilayah pangan menjadi sorotan tersendiri dalam upaya pemulihan ekonomi negara, dalam suatu momentum Presiden RI Pak Jokowi secara langsung meninjau kondisi pasar di beberapa wilayah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kestabilan pasar terhadap daya beli konsumen (masyarakat) dengan adanya pelonjakan harga. Pak Jokowi juga secara serius dalam mengakomodir adanya normalisasi harga pasaran beberapa barang produksi yang mengalami pelonjakan harga akibat kelangkaan barang sehingga masyarakat bisa menjangkaunya dan daya beli bisa tetap stabil untuk perputaran ekonomi mikro, hal ini dipandang sebagai bentuk keseriusan pak Jokowi mengatasi eskalasi signifikan yang dialami beberapa barang seperti minyak goreng, di buktikan dengan adanya himbauan dari beliau kepada jajarannya untuk stabilitas harga barang pokok tersebut sehingga tidak menyusahkan masyarakat.

Ditengah bulan ramadhan kali ini kita dihadapkan dengan aktivitas kondisi ekonomi yang berbeda dengan keadaan sebelumnya, karena kali ini ekonomi nasional kita cukup menggeliat dan diuji dengan menghadapi 3 hal mendasar yang mewarnai jalannya aktivitas ekonomi. Yang pertama ialah adanya covid-19 dengan tingkat paparannya yang semakin tinggi, hal demikian mengakibatkan adanya peningkatan daya vaksinasi terhadap masyarakat dan menjadi peluang akselerasi pemulihan ekonomi nasional, kemudian yang kedua ialah kondisi ekonomi dunia yang dihadapkan dengan naiknya harga beberapa komoditas primer dan ditambah adanya gejala kenaikan suku bunga di beberapa negara yang kemudian hal itu menjadi pemantik kenaikan inflasi di beberapa Negara maju dan diiringi tingkat daya beli yang tinggi (konsumsi), dan yang ketiga ialah gejolak bersi tegang antara Rusia dan ukraina yang mana dari adanya intensitas invansi dari Rusia terhadap Ukraina berdampak pada perputaran ekonomi global yang mengalami inflasi yang signifikan.

Pada awal tahun 2022 kondisi ekonomi di Indonesia juga membaik seiring dengan kurva kasus paparan covid-19 yang mulai melandai. Kondisi ekonomi nasional yang mulai membaik tergambar pada indikator-indikator ekonomi yang terekspresikan positif diantaranya, neraca perdagangan mengalami surplus, purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Indonesia pada Desember 2021 tercatat pada level 53,5%, dan angka kemiskinan berhasil ditekan dan dengan demikian angka pengangguran juga berhasil ditekan. Akan tetapi kondisi tersebut tidak bisa bertahan lama dikarenakan penyebaran covid-19 yang masih belum juga usai dan melahirkan ketimpangan antarnegara, antar sektor, dan antar pendapatan serta inflasi yang masih tinggi diiringi dengan melonjaknya harga minyak mentah global. Kondisi tersebut kian diperburuk jika negara-negara Barat kompak mengembargo minyak mentah dan gas dari Rusia, padahal Rusia merupakan negara penghasil minyak terbesar ketiga setelah Arab Saudi dan Amerika dan juga merupakan eksportir minyak terbesar didunia. Kemudian, keadaan dipersulit dan makin runyam terkait masalah jalur distribusi pasokan barang dunia yang mana biaya logistic naik dikarenakan jalur maritim dilaut hitam terganggu yang mengakibatkan indeks pengiriman kontainer mengalami kenaikan. Akibatnya, memantik inflasi dan gangguan pasokan yang membuat kelangkaan barang dan menghambat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.

Selain beberapa hambatan dari luar, hambatan dari dalam yang membuat perekonomian nasional seperti roller coaster adalah rendahnya daya saing, ekonomi biaya tinggi, masih besarnya pungutan resmi/ tidak resmi, kebocoran anggaran negara, ekonomi rente, dan seterusnya yang membuat pemulihan ekonomi menjadi terganggu dan berdampak pada sulitnya perekonomian Indonesia keluar dalam jebakan pendapatan kelas menengah. Selain itu, dampak lainnya adalah naiknya angka ICOR Indonesia yang mana hal tersebut berarti bahwa rendahnya produktivitas, rendahnya daya saing, inefisiensi dan masih banyaknya penghambat birokrasi ekonomi di Indonesia.

Kondisi perekonomian yang sedemikian rupa tentunya akan mempengaruhi kondisi ekonomi pada saat bulan ramadan. Pengaruh yang dirasakan pada bulan ramadan kali ini ialah terus naiknya harga barang-barang pokok. Harga yang terus mengalami kenaikan ini tentu akan mengakibatkan inflasi. Pemantik utama inflasi saat bulan suci ramadan ini dipicu demand-pull inflation (inflasi tarikan permintaan) dan cost-push inflation (inflasi dorongan biaya), akan bertemu mendongrak harga sehingga disebut bottleneck inflation. Hal ini terjadi tentunya diakibatkan oleh pada saat bulan suci Ramadhan sampai dengan idul fitri, mobilitas penduduk akan semakin meningkat. Hal ini dipicu oleh kelonggaran kebijakan pemerintah mengenai persyaratan perjalanan antardaerah, antar pulau dan bahkan antar negara dan disertai dengan kenaikan kurva konsumsi masyarakat selama bulan ramadan hingga setelah idul fitri. Meningkatnya permintaan masyarakat menyebabkan jumlah uang yang beredar mengalami peningkatan, artinya semakin banyak jumlah uang yang beredar dimasyarakat maka harga barang juga akan mengalami kenaikan. BI juga mencatat bahwa kebutuhan uang tunai pada bulan ramadan tahun ini hingga idul fitri akan mengalami kenaikan. Selain itu, kenaikan tarif  PPn menjadi 11% per 1 April 2022 juga merupakan hal yang memantik kenaikan harga saai ini.

Sejak invasi Rusia harga minyak menjadi melambung tinggi. Tentunya kenaikan harga yang sangat tinggi ini membuat masyarakat sengsara karena harus membeli minyak dengan harga yang sangat mahal. Meroketnya harga minyak dan gas pada bulan ramadan ini akan terus memantik kenaikan harga pada bulan suci ramadan tahun ini dan bahkan sesudahnya. Selain itu Rusia juga melarang ekspor amonium nitrat (AN), yang mana itu adalah bahan dasar pembuatan pupuk, hingga 1 April 2022. Tentunya ini akan memantik kenaikan harga pupuk. Jika hal ini berlangsung lama maka akan meningkatkan harga pupuk subsidi yang sebelumnya murah menjadi mahal dan akan mempengaruhi biaya pertanian. Disisi lain, harga pangan dan pakan internasional akan meningkat dan ini berakibat pada naiknya harga minyak nabati lain sebagai substitusi.

Alokasi pengeluaran konsumsi yang semakin meningkat pada bulan ramadan menandakan bahwa daya beli masyarakat sudah mulai pulih. Pemulihan terlihat pada level kelas menengah-atas yang selama pandemi covid-19 ini menahan atau menyimpannya dananya di berbagai instrumen investasi dan tabungan. Akibatnya, industri Ramadan akan semakin semarak. Permintaan yang terus meningkat pada bulan Ramadan diakibatkan oleh semakin tingginya kebutuhan bahan pokok, jasa, maupun produk lainnya dan seiring dengan mobilitas masyarakat yang mulai tinggi sehingga hal tersebut menjadi peluang bagi kegiatan industry dan pasar pada momentum bulan ramadan tahun ini.

Pada momentum bulan suci ramadhan juga memberi lahan usaha yang besar bagi para pemodal, hal ini tentu merupakan hal positif untuk peningkatan ekonomi karena memanfaatkan momentum dengan teknik marketing industri ramadhan sebagai cover yang mampu menghipnotis calon konsumen. Sesuai momentumnya sekarang banyak media yang bisa di pakai untuk mengiklankan usaha yang digeluti yakini mulai dari fashion sampai simbol-simbol yang menggambarkan spritualitas. Ditengah banyaknya tantangan yang ada disektor perekonomian kita di tuntut bisa menjawab problem itu dengan langkah solutif, di antara langkah solutif yang bisa dilakukan ialah memanfaatkan peluang dari momentum yang ada. oleh karena itu dalam upaya pemulihan ekonomi nasional selain mengambil keuntungan untuk eskalasi pertumbuhan ekonomi kita mesti mengimbanginya dengan kegiatan positif berupa amalan ibadah kepada Allah SWT, substansi Ramadhan yang sesungguhnya haruslah kembali diluruskan yang mana substansi puasa ialah jihad di jalan Allah untuk melepaskan diri dari belenggu dosa dunia yang kerap mengontaminasi eksistensi kesucian manusia itu sendiri.

Penulis: Nandar Irawan

Editor: Reny Tiarantika


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadiri Pelantikan Pengurus MD KAHMI Kota Malang, Menko PMK RI: KAHMI Malang Harus Bisa Memberi Arti Peranannya di Malang Raya

Dokumentasi : Rafindi  Malang, LAPMI  - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy menghadiri pelantikan Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang Periode 2021-2026, terhitung sebanyak 67 orang yang telah dilantik oleh Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (KAHMI) Jawa Timur. Pelantikan tersebut berlangsung di Regents Park Hotel, pada Minggu (30/01/2022). Selain Menko PMK RI, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Presidium MN KAHMI Manimbang Kahariady, Presidium MW KAHMI Jawa Timur Edy Purwanto, Wali Kota Malang Sutiaji, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika beserta para tokoh dan tamu undangan lainnya. Dalam momentum pelantikan yang bertemakan "Berperan Aktif dalam Kemaslahatan Publik di Era Disrupsi" tersebut, Muhadjir Effendy berkesempatan untuk memberikan pidato kebudayaan. Saat pidato berlangsung Muhadjir berpesan Kepada jajaran Pengurus MD KAHMI Kota Malang yang baru saja dilantik, bahwa KAHMI merup

Menampik Stigma Negatif, HMI Korkom UM Gandeng LPP HMI se-Cabang Malang Pada Kegiatan Open Recruitment

Dokumentasi: lapmimalang/Tahta Reza Gramang Atapukan Malang, LAPMI  – Senin (22/08/2022) Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang (Korkom UM) serta seluruh komisariat yang ada di Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan open recruitment dan juga pengenalan tentang Himpunan Mahasiswa Islam kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini merupakan yang perdana setelah 2 tahun lamanya tidak berjalan dikarenakan kondisi pandemi yang merebak.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penyelenggara menggandeng Lembaga Pengembangan Profesi (LPP)  HMI se-Cabang Malang yang merupakan wadah bagi kader-kader HMI yang ingin mengembangkan diri serta bakat yang dimiliki. LPP yang diajak untuk ikut memperkenalkan HMI yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) dan Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI). Tujuan dari keikutsertaan dari kedua LPP tersebut adalah ingin menampik stigma negatif mahasiswa baru terhadap organisasi ekstra kampus khususnya terh

Sapere Aude

Alfandy Usman, Kader HMI Komisariat Teknik UMM, Kabiro Eksternal BEM Fakultas Teknik UMM periode 2022/2023 Malang, LAPMI - Bjorka seorang hacker asing yang akhir-akhir ini viral karena melakukan penyerangan terhadap pemerintah Indonesia dan disanjung-sanjung oleh masyarakat, lantaran berhasil membocorkan kasus HAM sebesar peristiwa Munir dan di sebarkan di media sosial. Kita berterimakasih jika itu merupakan tindakan alternatif untuk menuntaskan peristiwa yang didiamkan oleh pemerintah. Akan tetapi, kita sebagai mahasiswa sudah sepatutnya bersifat reflektif dan selektif dalam artian bertindak dan berpikir diluar pola pikir yang dibangun secara umum. Maka dari itu mari bersikap netral untuk tidak memihak salah satu dari kedua belah pihak sebelum menyelidiki untuk memastikan kebenaran yang tervalidasi. Untuk itu mari melihat sudut pandang yang berbeda dari polemik yang ada, sebelum membangun persepsi yang sudah ter-freming, sebab dengan kecurigaan kebenaran selalu ada. Karena yang palsu